Diberitakan bahwa Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menguat secara signifikan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 6 November 2020. Rupiah melaju di kisaran Rp 14.200 per dolar AS yang sebelumnya bergerak di kisaran Rp14.300.
Menurut pasar spot, hingga pukul 10.00 WIB, bahwa rupiah telah diperdagangkan di level Rp14.285 per dolar AS. Menguat sampai angka 0,66 persen bila disandingkan dengan level penutupan perdagangan kemarin yang berada di posisi Rp14.380 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menentukan nilai tengah rupiah di level Rp14.321 per dolar AS. Juga Menguat bila dibandingkan dengan nilai tengah kemarin di level Rp14.439 per dolar AS.
Menurut Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, bahwa pelaku pasar keuangan menyambut dengan sangat baik data sementara dari hasil Pemilihan Presiden AS hari ini. Joe Biden unggul dengan 50,5 persen suara dari Donald Trump.
Meski telah beredar isu tuduhan manipulasi suara, namun pelaku pasar keuangan telah memperkirakan bahwa Biden, yang merupakan calon presiden Partai Demokrat, akan unggul dari Trump yang merupakan calon presiden dari Partai Republik.
"Perhitungan suara yang belum selesai dan tuduhan manipulasi suara ternyata tidak mencegah pasar mengantisipasi potensi kemenangan Biden di Pemilu AS 2020," kata Tjendra.
Dia melanjutkan, pelaku pasar keuangan kabarnya telah kembali percaya diri untuk menginvestasikan sejumlah dananya di aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Oleh karena itu, terjadi tekanan terhadap mata uang dolar AS sejak kemarin hingga hari ini.
Disisi lain, Tjendra mengatakan, kondisi ekonomi di dalam negeri diyakini para pelaku pasar keuangan akan berjalan semakin kondusif. Terutama setelah melihat rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang membaik menjadi minus 3,49 persen.
Namun, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III tetap terkontraksi dan resmi resesi. Akan tetapi, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) data tersebut lebih baik dari level kontraksi pada kuartal II yang mencapai minus 5,32 persen.


No comments:
Post a Comment