Wednesday, November 4, 2020

KASUS 48 WARGA KORSEL MENINGGAL, SINGAPURA HENTIKAN 2 PENGGUNAAN VAKSIN



Singapura mengatakan segera menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu menyusul laporan tentang kematian puluhan warga Korea Selatan. Sebelumnya, Korea Selatan menyebutkan tidak ada kaitan antara kematian dengan efek vaksin yang disuntikkan.

Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA) saat ini sedang meneliti lebih lanjut kaitan dari kematian yang telah dilaporkan Korsel dengan vaksin yang ada di Singapura.

Kementerian Kesehatan dan HSA menyebutkan bahwa hingga sekarang tidak ada kematian yang terkait dengan vaksinasi dua vaksin tersebut di Singapura.

"Ini adalah tindakan pencegahan setelah kematian yang dilaporkan setelah vaksinasi influenza di Selatan Korea," ucap Kementerian Kesehatan, seperti dilansir dari laman The Straits Times.

Informasi dari otoritas Korea Selatan mencatat bahwa warga yang meninggal itu telah disuntikkan tujuh merek vaksin influenza.

Dan untuk dua dari tujuh merek yang tersedia di Singapura adalah: SKYCell flu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience dan didistribusikan di sana oleh AJ Biologics. Sementara Vaxigrip Tetra dibuat oleh Sanofi Pasteur dan didistribusikan secara lokal oleh Sanofi Aventis.

Seperti obat lainnya, vaksin juga bisa menyebabkan efek samping juga, antara lain nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan mual.

"Efek samping ini umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami demam tinggi atau reaksi alergi parah (seperti kesulitan bernapas, mengi dan bengkak di sekitar mata) dan perhatian medis segera harus dicari," ujar HSA.


Lebih lanjut Kemenkes Korsel dan HSA mengatakan bahwa vaksin yang telah disetujui untuk digunakan di Singapura telah dievaluasi oleh HSA. Hal ini dilakukan untuk memastikan vaksin telah memenuhi standar kualitas, keamanan dan kemanjuran internasional yang disyaratkan.

HSA memantau keamanan vaksin melalui sistem pemantauan yang mengacu pada jaringan profesional perawatan kesehatan lokal dan mitra regulasi internasional untuk mendeteksi kejadian buruk yang diduga berkaitan dengan pengobatan.

KDCA alias Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan total terdapat 48 orang yang telah meninggal dunia setelah dilakukan vaksin flu.

Pemerintah Korsel sampai sekarang belum menyatakan vaksin flu itu berbahaya. Yonhap News Agency mengatakan bahwa vaksin itu dibuat oleh sejumlah perusahaan obat Korsel, antara lain Korea Vaccine, Boryung Biopharma, LG Chem, SK bioscience dan GC Pharma.

Chung Sye-kyun selaku Perdana Menteri Korea Selatan, telah meminta supaya dilakukan penyelidikan secara menyeluruh. Se-Kyun memang meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut yang bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus juga untuk menjawab kecemasan publik.

Walaupun demikian, dalam siaran pers Kementerian Kesehatan Korea Selatan telah disebutkan bahwa pemerintah memang tidak menghentikan kampanye vaksin.



No comments:

Post a Comment