Harga emas internasional tengah dibuka naik tipis pada perdagangan Rabu pagi. Hal itu didorong oleh melemahnya dolar AS sebesar 0,1 persen terhadap sejumlah mata uang dunia, sehingga telah membuat logam mulia untuk lebih diminati.
Dilansir dari Economic Times, pada Rabu, 25 November 2020, untuk harga emas di pasar spot naik sebesar 0,1 persen ke level US$1.809,41 per ons. Sementara untuk emas berjangka AS naik sebesar 0,2 persen ke level US$1.807,60 per ons.
Menguatnya harga emas juga didorong oleh isu Presiden terpilih AS Joe Biden yang bergerak cepat dalam membuat Kabinet setelah sukses mengalahkan Presiden Donald Trump. Hal itu setelah Trump memberikan lampu hijau kepada Presiden Terpilih Biden untuk mulai pengarahan intelijen harian.
Selain itu, transisi Biden yang secara resmi telah disetujui dan perkembangan positif atas kemungkinan tentang vaksin COVID-19 telah memicu reli di pasar ekuitas AS dengan Dow menembus level 30.000 untuk pertama kalinya.
Emas Antam
Di dalam negeri, untuk harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pagi ini tengah dibanderol seharga Rp953.000 per gram. Harga itu turun Rp8.000 per gram apabila dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback tengah ditetapkan seharga Rp829 ribu per gram, atau turun sebesar Rp10.000 per gram dari perdagangan kemarin.
Adapun untuk harga emas berdasarkan ukuran, yaitu 5 gram dijual Rp4,54 juta, 10 gram Rp9,02 juta, 25 gram Rp22,43 juta, dan 50 gram Rp44,79 juta. Selanjutnya, emas 100 gram dibanderol Rp89,51 juta, 250 gram Rp223,51 juta, dan emas 500 gram Rp446,82 juta. Kemudian, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang tengah dijual Antam pada hari ini, yakni 0,5 gram dibanderol Rp526,5 ribu dan 1.000 gram sebesar Rp893,6 juta. Antam juga telah mencatat emas ukuran 0,5 gram, satu gram, dua gram, 250 gram, 500 gram dan 1.000 gram belum tersedia di butik logam mulia.


No comments:
Post a Comment