Atlet angkat besi yang sudah mempersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Asia yang ada di Uzbekistan. Sumber foto: mediaindonesia.com
PB PABSI yang saat ini tengah berkoordinasi dan Berkaca atas pengalaman tim bulutangkis yang sempat ditarik mundur karena berada satu pesawat dengan penumpang yang ternyta terpapar COVID-19, tim angkat besi juga tengah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
"Kami bahkan sudah berkomunikasi dengan KBRI di sana dan sudah mendapat undangan dari panpel Kejuaraan Asia, intinya disana tetap protokol kesehatan dan tidak akan seketat seperti ketika di Inggris," kata Dirdja Wihardja, pelatih kepala tim angkat besi, kepada detikSport, Senin (29/3/2021).
"Tapi persoalan masalah tes PCR itu memang harus tetap dilakukan sebelum berangkat entah tanggal 12 atau 13 April. Nanti ketika setiba disana, kami sudah menyewa travel pribadi untuk mengawal kami dari mulai transit, ketibaan, hingga sampai hotel. Sebab, sampai sesampainya di Uzbekistan kami akan masih ada tes kesehatan lagi apakah itu tes PCR atau swab antigen," dia menjelaskan.
Menilik regulasi AWF Weightlifting Championship Tashkent 2020 yang sudah dijelaskan bahwa akan ada prosedur pandemi COVID-19 dan beberapa persyaratan, setiap orang yang akan tiba di bandara internasional Tashkent, seseorang itu harus lulus tes cepat antigen untuk virus COVID-19 dengan biaya mencapai 15 USD per orang dan sebelum diberangkatkan ke Kejuaraan Asia Angkat Besi, setiap orang juga harus lulus tes PCR.
Meskipun tidak terlalu ketat, Dirdja juga menegaskan, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sesuai aturan yang berlaku secara umum.
"Ya kami juga tidak mau lengah meskipun disana dikatakan kasusnya sudah menurun dan dinilai sudah cukup aman untuk sebuah negara, tapi prokes harus tetap dilakukan secara ketat. Kami akan koordinasi melalui KBRI di Tashkent, itu juga akan menjadi usaha kami untuk antisipasi," katanya.
"Para atlet juga sudah diberikan edukasi sendiri oleh dokter tim yang ada di sini (mess Kwini) tentang tetap menjaga kesehatan di masa pandemi COVID -19 begini. Jadi ketika nanti ada apa-apa kami sudah hubungi pihak kedubes yang ada di sana. Kami tentunya juga berkaca juga dengan apa yang terjadi di bulutangkis."
Atlet angkat besi Indonesia akan dijadwalkan mulai bertanding pada tanggal 17 April. Soal itu, Dirdja bahwa menilai persiapan dua hari ini akan cukup untuk mengantisipasi hal teknis maupun non teknis yang ada di Kejuaraan Asia Angkat Besi.
"Cukup. Makanya dari kemarin kami mau semua berjalan dengan nyaman makanya pakai travel untuk mengawal prokesnya. Karena kalau transit seperti itu, kita saja yang orang biasa suka keluyuran, nah ini atlet akan bagaimana nantinya. Saya juga sempat hubungi pelatih bulutangkis Eng Hian dan kami juga sering sharing.
Kami sudah sering ke Uzbekistan tapi kan di masa pandemi ini masih belum pernah. Yang jelas jangan sampai ada kejadian kayak tim bulutangkis," dia menegaskan
KBRI di Tashkent menyusul keikutsertaan di Kejuaraan Asia Angkat Besi yang diselenggarakan di Uzbekistan. Kejadian tim bulutangkis di All England sebabnya.
Kejuaraan Asia Angkat Besi yang rencananya akan bergulir di Tashkent, 16-25 April mendatang. PABSI bakal akan mengirimkan kontingen dengan jumlah 13 orang, tujuh diantaranya ialah para atlet.
Ajang ini juga merupakan bagian dari pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Mereka yang berencana terbang ke Tashkent pada 14 April dini hari.
Situs Domino QQ Online | Agen Bolatangkas Online | Situs Poker Online | Simba Poker

No comments:
Post a Comment