Sumber : Jordan Curtis Hughes
Gerakan memerangi kebencian pada warga keturunan Asia di Amerika Serikat saat ini sedang ramai digaungkan. Dengan slogan Stop Asian Hate, kampanye tersebut muncul sebagai respons dari naiknya tingkat kriminalitas yang menimpa orang Asia yang berada di Amerika Serikat.
Musisi Inggris berdarah Filipina, Beabadoobee akhirnya angkat bicara mengenai hal yang sedai ramai tersebut. Dikutip dari Billboard, Beabadoobee mengungkapkan bahwa di tempat ia bermukim, ia juga menemukan isu serupa.
"Aku sangat menyadari tentang apa yang terjadi di Amerika. Pada 2020, juga terjadi peningkatan kriminalitas terhadap warga Asia di London. Apa yang terjadi di seluruh dunia itu sangat menyeramkan. Itu sempat membuatku takut untuk keluar," ungkap Beabadoobee.
Penyanyi bernama asli Bea Kristi itu menambahkan, identitasnya sebagai perempuan dan keturunan Asia memang membuatnya rentan mendapatkan perlakukan rasis. Beabadoobee juga buka suara soal kenyataan yang dihadapi oleh banyak perempuan Asia yang mendapatkan diskriminasi ganda karena identitasnya.
Melihat hal itu, Beabadoobee mengungkapkan perlunya edukasi untuk menyudahi tindakan rasis dan diskriminatif yang kerap terjadi tersebut.
"Aku seorang perempuan dan aku juga orang Asia. Aku bisa saja keluar dan dilecehkan bahkan dipukul karena rasku. Itu merupakan pikiran yang menakutkan, tapi itu adalah kenyataan yang ada di tempat dimana kita hidup saat ini," ungkapnya.
"Orang-orang perlu dididik tentang apa yang terjadi dan bagaimana untuk mendukung komunitas Asia," tambahnya.
Diketahui sebelumnya, Beabadoobee baru-baru ini telah merilis single terbaru berjudul Last Day On Earth. Single tersebut menjadi karya pertamanya setelah album bertajuk Fake It Flowers.
Last Day On Earth ditulis olehnya di awal masa pandemi Covid-19. Dalam proses pembuatannya, Beabadoobee melibatkan dua personel band The 1975, yaitu Matty Healy dan George Daniel, yang menciptakan lagu itu bersamanya.
Last Day On Earth sendiri bercerita mengenai khayalan dan pengandaian apa yang ia lakukan apabila mengetahui pandemi akan terjadi.
"Last Day On Earth adalah soal semua hal yang akan saya lakukan jika saya tahu kami akan terkunci dan dunia akan berubah. Lagu itu ditulis tak lama setelah lockdown pertama dan secara lirik saya merefleksikan bagaimana rasanya jika kita semua tahu sebelumnya apa yang akan terjadi," ujar dia.
Situs Domino QQ Online | Agen Bolatangkas Online | Situs Poker Online | Simba Poker

No comments:
Post a Comment