Snack Video adalah aplikasi pesaing TikTok, yang juga berasal dari China. Di negeri Tirai Bambu, aplikasi ini memiliki nama Kuaishou dan telah dikembangkan oleh Beijing Kuaishou Technology Co., Ltd sejak tahun 2011. Perusahaan tersebut didukung oleh raksasa teknologi asal China, Tencent.
Seperti dikutip dari situs antvklik.com, Senin 1 Maret 2021, aplikasi Snack Video mirip dengan yang ada di negara lain dengan nama Kwai. Di Indonesia, aplikasi Snack Video diterbitkan oleh Joyo Technology Pte. Ltd yang berkantor pusat di Singapura.
'Rebranding' semacam ini bisa dibilang masuk akal untuk aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan dari China. TikTok, misalnya, awalnya adalah aplikasi bernama Douyin di China. Di situs resminya, Snack Video mendefinisikan dirinya sebagai "aplikasi video pendek untuk kaum milenial di seluruh dunia".
Mereka mengatakan bahwa server pusat layanan mereka ada di Singapura, dan saat ini digunakan oleh 10 juta pengguna di seluruh dunia. Popularitas Video Snack masih kalah dengan TikTok yang lebih populer di Indonesia.
Namun, Snack Video berhasil menjadi sorotan netizen dalam beberapa hari ini berkat strategi pemasarannya yang agresif. Selain sering menampilkan iklan di YouTube, mereka juga baru-baru ini meluncurkan program berbayar pengguna yang melakukan tugas di aplikasi.
Tugas tersebut terdiri dari berbagai aktivitas sederhana, mulai dari login, memberi like dan follow, mengajak orang lain untuk bergabung sebagai pengguna Snack Video, hingga sekedar menonton video di aplikasi. Nantinya, pengguna akan diberikan koin setelah menjalankan tugas.
Koin-koin ini dapat ditukar dengan mata uang rupiah dengan mengirimkannya ke dompet digital seperti Ovo atau Gopay. Aplikasi Snack Video aman dari penipuan karena hadiah yang mereka tawarkan tidak mengharuskan pengguna untuk mengirimkan uang, kecuali terbukti telah melakukan scam dengan tidak memberikan hadiah kepada pengguna yang telah melakukan tugas di platform mereka.
Situs Domino QQ Online | Agen Bolatangkas Online | Situs Poker Online | Simba Poker

No comments:
Post a Comment