Sunday, October 3, 2021

9 Nakes dan Seorang Anggota TNI Jadi Korban Serangan KKB

 

Korban Kekejaman KST Di Kiwirok Dirawat Di RS TK II Marthen Indey. (dok. Pendam XVII/Cenderawasih)


Simba Poker - Sembilan tenaga kesehatan (nakes) dan seorang anggota TNI di Papua yang menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) mendapat perawatan di Rumah Sakit TK II Marthen Indey. Para korban diserang oleh KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.


“Para korban saat ini mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit TK II Marthen Indey. Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono memberikan perhatian penuh terhadap pengobatan seluruh korban dan memerintahkan agar semua korban diberikan penangan dan perawatan yang terbaik,” kata Karumkit TK II Marthen Indey Kolonel Ckm dr I Ketut Djulijasa dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).


Lima tenaga kesehatan diperbolehkan pulang


Ketut mengatakan ada lima tenaga kesehatan yang sudah diperbolehkan pulang. Mereka telah kembali ke rumah keluarga di Jayapura atas pilihan pribadi.


"Sedangkan empat nakes lainnya dan satu anggota TNI masih dilakukan perawatan," katanya.


Ia menjelaskan, para korban juga diberikan terapi psikologis untuk menghilangkan traumanya. Ketut juga meminta masyarakat untuk berdoa agar para korban segera pulih.


TPNPB-OPM membantah membuang petugas kesehatan ke jurang hingga tewas


Sebelumnya, TPNPB-OPM membantah telah membuang tenaga kesehatan ke dalam jurang. Mereka juga menekankan bahwa warga sipil non-Papua tidak akan pernah menjadi sasaran serangan.


"Tidak benar perawat dibuang ke jurang. Itu mungkin jatuh karena panik dan lari ke jurang. Itu laporan TPNPB dari tempat kejadian," kata juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambon, Sabtu (18/9/2021).


Pernyataan Sebby merujuk pada peristiwa penyerangan di Distrik Kiwirok pada 13 September 2021. Akibat kejadian tersebut, seorang perawat bernama Gabriella Meilani meninggal dunia, empat perawat luka-luka dan satu perawat masih hilang.


Kronologi penyerangan berdasarkan saksi mata


Marselinus Ola Attanila, perawat yang berhasil kabur dari serangan TPNPB-OPM, mengaku melihat rekannya dilempar ke jurang setelah dipukul dan ditusuk.


“Karena dipikir oleh anggota KKB mereka telah meninggal, maka tubuhnya didorong lagi ke jurang. Kedalaman jurang itu sekitar 300-400 meter. Suster Kristina yang didorong pertama, lalu disusul suster Anti dan Ella," kata Attanila, dikutip dari akun YouTube Sahlan Kokasinta.


Perawat Anti dan Kristina berhasil sadar kembali dan memilih bersembunyi di semak-semak. Adapun Gabriella, meskipun dia menyadari dia tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.


Anggota KKB terus menindaklanjuti dan memastikan apakah ketiganya telah meninggal dunia.


"Suster Gabriella nyangkut di pohon. Lalu, anggota KKB turun ke bawah dan membunuhnya secara membabi buta. Mereka menusuk perut suster Gabriella," katanya.

No comments:

Post a Comment