Saturday, September 25, 2021

Menlu RI sebut Indonesia Berkomitmen Bantu Cegah Krises Kemanusiaan di Afghanistan

 

Simba Poker - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ketika berkomunikasi dengan Menlu UEA (www.twitter.com/@Menlu_RI)


Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen membantu mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui High Level Ministerial Meeting yang diselenggarakan di Jenewa, Senin (13/9/2021).


Selain itu, Retno juga mengingatkan bahwa situasi Afghanistan saat ini merupakan tanggung jawab bersama.


"Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk mengatasi situasi kemanusiaan dan bersatu untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang tidak direncanakan di lapangan," cuit Retno melalui @Menlu_RI, Selasa (14/9/2021).


Indonesia siapkan bantuan senilai Rp 42 miliar untuk Afghanistan


Pada kesempatan yang sama, lanjut Retno, Indonesia akan menyumbangkan sejumlah bantuan, yaitu:


  • Bantuan kemanusiaan senilai 150 ribu dolar AS (sekitar Rp2,1 miliar).

  • Bantuan peningkatan kapasitas di Afghanistan selama dalam tiga tahun ke depan senilai 2,85 juta dolar AS (Rp40 miliar).


PBB butuh 600 juta untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan


Sebagai informasi, Pertemuan Jenewa diadakan karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak menginginkan bencana kemanusiaan terjadi di Afghanistan. PBB membutuhkan 600 juta dolar AS (sekitar Rp 8,5 triliun) untuk mengatasi situasi di Afghanistan yang semakin memburuk sejak Taliban menguasai Kabul pada pertengahan Agustus.


Taliban berhasil merebut kekuasaan dari pemerintahan Ashraf Ghani, setelah serangkaian penaklukan cepat di berbagai kota. Sebagai kelompok yang dicap brutal dan kini menguasai negara, negara-negara donor juga berhenti memberikan bantuan kepada rezim.


Kondisi kemanusiaan semakin memburuk karena Afghanistan sedang berjuang dengan kemarau panjang dan pandemi COVID-19.


PBB juga mengalami krisis keuangan


Pejabat PBB dan beberapa kelompok kemanusiaan memperkirakan jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan di Afghanistan akan meningkat. Namun, PBB tidak bisa berbuat banyak karena sedang mengalami krisis keuangan.


"Saat ini PBB bahkan tidak mampu membayar gaji karyawannya sendiri," kata Sekjen PBB Antonio Guterres, Jumat (10/9/2021).

No comments:

Post a Comment