Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Simba Poker - Susu terdiri dari dua jenis protein, kasein dan whey. Whey dan kasein dalam susu dapat dipisahkan melalui proses tertentu untuk membentuk produk baru. Nah, whey protein dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial dan rendah laktosa. Untuk itulah, whey protein sering digunakan sebagai suplemen ketika seseorang sedang menjalani latihan tertentu.
Konsumsi protein whey secara teratur diyakini dapat meningkatkan sintesis protein otot dan mendorong pertumbuhan massa otot tanpa lemak. Berikut beberapa manfaat whey protein sebagai suplemen olahraga.
Manfaat Whey Protein Sebagai Suplemen Olahraga
1. Mudah Dicerna
Whey dalam susu adalah cairan yang kemudian dipisahkan selama produksi keju. Selain mengandung asam amino yang lengkap, whey protein sangat mudah dicerna dan diserap usus jika dibandingkan dengan jenis protein lainnya. Umumnya, protein whey tersedia dalam tiga bentuk, yaitu konsentrat (WPC), isolat (WPI), dan hidrolisat (WPH). Konsentrat adalah jenis yang paling umum dan sangat terjangkau. Sebagai suplemen makanan, protein whey sangat populer di kalangan binaragawan, atlet, dan orang-orang yang membutuhkan protein ekstra.
2. Meningkatkan Pertumbuhan Otot
Massa otot secara alami menurun seiring bertambahnya usia seseorang. Ketika massa otot menurun, bertambahnya usia juga cenderung menyebabkan penumpukan lemak, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Namun, perubahan tubuh ini dapat diperlambat, dan dicegah dengan kombinasi latihan kekuatan dan diet yang tepat.
Latihan kekuatan ditambah dengan konsumsi diet protein tinggi atau suplemen protein telah terbukti menjadi strategi yang efektif untuk mencegah perkembangan penyakit kronis. Protein whey dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang sangat baik dan kaya akan asam amino yang disebut leusin. Nah, leusin mampu meningkatkan pertumbuhan (anabolic).
Karena kandungan leusinnya yang baik, protein whey telah terbukti efektif untuk mencegah hilangnya massa otot terkait usia dan untuk meningkatkan kekuatan dan bentuk tubuh yang baik.
3. Mengisi dan Mengurangi Rasa Lapar
Salah satu hambatan untuk berdiet adalah melawan rasa lapar. Salah satu trik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memilih jenis makanan yang bisa mengurangi rasa lapar atau membuat Anda kenyang lebih lama. Beberapa jenis makanan yang memberikan efek kenyang lebih lama umumnya adalah makanan dengan komposisi makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak). Protein memiliki proporsi yang lebih besar dari ketiga makronutrien.
Namun, tidak semua protein memiliki efek yang sama pada rasa kenyang. Kecuali protein whey. Jenis protein ini dianggap lebih mengenyangkan dibandingkan jenis protein lainnya, seperti kasein dan kedelai. Untuk alasan ini, protein whey adalah pilihan bagi orang yang perlu makan lebih sedikit kalori untuk menurunkan berat badan.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Meningkatkan konsumsi protein telah menjadi strategi penurunan berat badan yang paling populer. Pasalnya, banyak mengkonsumsi protein dapat meningkatkan kehilangan lemak dengan menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan membantu menjaga massa otot sekaligus menurunkan berat badan. Protein whey telah terbukti sangat efektif dalam membantu pembakaran lemak dibandingkan dengan jenis protein lainnya.
Makanan Kaya Protein
Selain minum whey protein, pastikan asupan protein yang dibutuhkan tubuh terpenuhi dari makanan. Tidak hanya untuk otot, protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah makanan yang kaya akan kandungan protein baik hewani maupun nabati, diantaranya:
1. Sumber Protein Hewani
Sumber protein hewani berasal dari hewan, seperti daging, ikan, udang, telur, susu, keju, seafood, dan yogurt. Namun, mengonsumsi jenis makanan laut tertentu seperti udang dan cumi tidak boleh berlebihan. Sebab, kedua makanan tersebut juga tinggi kolesterol, padahal kandungan proteinnya baik untuk tubuh.
2. Sumber Protein Nabati
Tidak hanya bersumber dari hewani, protein juga bisa didapatkan dari berbagai jenis sayuran. Misalnya, brokoli juga mengandung serat, potasium, vitamin C dan vitamin K, serta mengandung banyak nutrisi bioaktif yang dipercaya dapat melindungi tubuh dari kanker. Selain itu, kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang tanah, buncis, atau kedelai termasuk tahu dan tempe juga mengandung protein nabati yang tinggi.




