Thursday, July 15, 2021

Oedipus Complex, Kondisi Ketertarikan Anak Laki-Laki terhadap Ibunya


Ilustrasi, sumber foto: Istimewa

Simba Poker - Oedipus Complex adalah suatu kondisi ketika seorang anak laki-laki tertarik pada ibunya, baik secara emosional maupun seksual. Dalam psikologi, istilah ini masih kontroversial, karena ada yang menganggapnya biasa dan ada juga yang tidak. Jadi, apa itu oedipus complex?


Pada dasarnya, orang tua dan anak memiliki ikatan emosional, termasuk seorang anak laki-laki dengan ibunya. Namun, ada kondisi ketika seorang anak laki-laki menyukai dan memiliki ketertarikan seksual terhadap ibu kandungnya sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai oedipus complex.


Beberapa orang berpikir bahwa Oedipus Complex yang normal terjadi sebagai bentuk kasih sayang anak laki-laki kepada ibunya. Namun, sebagian lainnya menganggap kondisi ini sebagai perilaku menyimpang. Oleh karena itu, oedipus complex masih merupakan konsep kontroversial dalam psikologi.


Selain oedipus complex, ada juga istilah elektra kompleks yang merupakan kondisi ketika seorang anak perempuan tertarik pada ayahnya sendiri.


Asal Usul Oedipus Complex


Istilah oedipus complex pertama kali diciptakan oleh Sigmund Freud, seorang psikiater terkenal dalam bukunya yang berjudul The Interpretation of Dreams pada tahun 1899. Namun, ia tidak secara resmi menggunakan istilah ini sampai tahun 1910.


Istilah oedipus complex diambil oleh Freud dari tokoh Oedipus Rex dalam mitologi Yunani yang secara tidak sengaja membunuh ayahnya dan menikahi ibunya sendiri.


Dari cerita tersebut, Freud menggambarkan oedipus complex sebagai kondisi ketika seorang anak laki-laki menginginkan ibunya hanya untuk dirinya sendiri. Dia melihat ayahnya sebagai pesaing dan bahkan memiliki keinginan untuk menyingkirkannya.


Ketika dia menyadari bahwa ayahnya lebih kuat dan lebih kuat, akan ada perasaan cemas. Untuk menghilangkan kecemasan ini, biasanya anak dengan oedipus complex akan meniru sifat atau perilaku ayahnya untuk menarik perhatian ibunya.


Teori Psikososial yang Mendasari Oedipus Complex


Freud percaya bahwa manusia adalah makhluk seksual sejak lahir. Sentuhan fisik, seperti belaian, pelukan, dan ciuman sangat penting untuk tumbuh kembang anak.


Menurut Freud, perkembangan psikoseksual pada masa kanak-kanak terjadi secara bertahap. Setiap tahap mewakili perkembangan seksual di bagian tubuh yang berbeda.


Freud juga menyebutkan bahwa ada beberapa fase yang akan dilalui bayi dan anak dalam proses tumbuh kembangnya. Tahapan perkembangan psikologis bayi dan anak antara lain:


1. Fase oral

Fase ini terjadi sejak bayi baru lahir hingga usia 18 bulan. Bayi yang berada pada fase oral akan merasakan kepuasan saat menggunakan mulutnya. Kepuasan ini dapat diperoleh bayi dengan cara menghisap, menjilat, mengunyah, dan menggigit.


2. Fase anal


Tahap ini terjadi saat anak berusia 18 bulan hingga 3 tahun. Tahap ini berfokus pada sensasi yang dirasakan anak saat buang air besar dan saat anak mulai mengembangkan kebiasaan toilet training yang sehat.


3. Fase falik


Tahap ini berlangsung saat anak berusia 3-5 tahun. Pada fase ini, anak mulai menyadari perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan.


Berdasarkan teorinya, Freud percaya bahwa Oedipus Complex berkembang pada tahap ini. Pada fase falik atau falik, hasrat seksual dan ketertarikan terhadap lawan jenis dapat muncul pada anak-anak, termasuk anak laki-laki kepada ibunya. Namun, perasaan ini tidak disadari oleh anak.


4. Fase laten


Tahap laten terjadi ketika anak berusia 5-12 tahun atau pada masa pubertas. Pada tahap ini anak akan mengembangkan perasaan pasif terhadap lawan jenis.


5. Fase genital


Tahap ini terjadi dari masa pubertas hingga dewasa. Pematangan minat seksual yang sehat terjadi pada fase ini. Remaja yang telah mencapai pubertas akan mulai merasakan hasrat seksual terhadap orang lain yang mereka anggap menarik.


Tanda Oedipus Complex


Tanda-tanda Oedipus complex tidak selalu mengacu pada hal-hal yang bersifat seksual, sehingga terkadang sulit untuk membedakan apakah seorang anak mengidap Oedipus complex atau tidak.


Secara umum, tanda-tanda anak laki-laki memiliki oedipus complex adalah:


  • Menjadi posesif terhadap ibunya

  • Tidak membiarkan ayahnya menyentuh ibunya

  • Bersikeras tidur di antara orang tua dan lebih suka jika ayah tidak tidur dengan ibu

  • Seandainya ayah bepergian untuk waktu yang lama atau tidak dekat ibu


Menurut Freud, seorang anak harus mampu mengatasi konflik pada setiap tahap perkembangan seksual untuk mengembangkan hasrat dan perilaku seksual yang normal. Ketika konflik selama tahap phallic tidak diselesaikan dengan baik, kecenderungan perilaku seksual menyimpang dapat berkembang dan bertahan.


Hal ini menyebabkan anak laki-laki menjadi terlalu terikat pada ibu mereka dan anak perempuan menjadi terlalu terikat pada ayah mereka. Padahal, anak harus memiliki keterikatan yang seimbang pada setiap orang tua.


Ketika anak memasuki usia dewasa, hal itu dapat menyebabkan mereka memilih pasangan yang mirip dengan orang tuanya.


Hal inilah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa oedipus complex juga bisa diartikan sebagai laki-laki muda yang menyukai perempuan yang jauh lebih tua atau seumuran dengan ibunya.


No comments:

Post a Comment