Monday, July 12, 2021

Akhir Juni, Pemerintah Haiti Kembali Tunda Referendum Konstitusi

 

Presiden Haiti, Jovenel Moïse, sumber foto: Istimewa

SIMBA POKERPemerintah Haiti kembali menunda referendum konstitusi yang akan diadakan pada akhir Juni. Rencana referendum di Haiti juga terus berlanjut meski mendapat kritik dari dunia internasional karena dikatakan akan mengembalikan era diktator di Haiti.

Penundaan ini merupakan yang kedua kalinya akibat lonjakan jumlah penularan COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan hingga saat ini, negara di pulau Hispaniola itu belum melakukan vaksinasi terhadap COVID-19.

Penundaan referendum konstitusi kedua

https://twitter.com/MathiasPierre00/status/1400895645377048577?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1400933546471079939%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es2_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Fworld%2Fbrahm-1%2Fhaiti-kembali-tunda-rencana-referendum-konstitusional-c1c2

Presiden Haiti Jovenel Moise pada Senin (6/7/2021) mengumumkan penundaan referendum konstitusi yang direncanakan pada 27 Juni. Acara ini telah ditunda untuk kedua kalinya setelah pertama kali direncanakan pada 25 April dan masih belum diketahui kapan Itu akan diadakan.

Menteri Dalam Negeri Haiti Mathias Pierre, yang bertanggung jawab mengorganisir referendum, mengatakan jika ada perubahan yang akan diumumkan untuk mengubah jadwal. Pengumuman itu datang hanya beberapa jam setelah kedatangan lima anggota OAS di Port-au-Prince untuk berdialog dengan pemerintah dan anggota oposisi, menurut Miami Herald.


Ditunda karena kekacauan dan lonjakan kasus COVID-19

https://twitter.com/France24_en/status/1402073171545628677?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1402073171545628677%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Fworld%2Fbrahm-1%2Fhaiti-kembali-tunda-rencana-referendum-konstitusional-c1c2

Dilansir dari Miami Herald, keputusan untuk menunda referendum datang di tengah tingginya tingkat penularan COVID-19 yang membuat rumah sakit kesulitan merawat pasien. Pada saat yang sama, Haiti juga menghadapi kekerasan dari geng kriminal yang memutus akses ke selatan dan ibu kota selama enam hari.

Selama akhir pekan, bentrokan antara dua geng di lingkungan Martissant, yang merupakan daerah padat penduduk di Port-au-Prince, memaksa ratusan penduduk setempat meninggalkan rumah mereka. Warga kemudian menempati sejumlah fasilitas umum seperti gereja dan gedung olahraga.


Referendum konstitusional ditolak oleh oposisi

Dikutip dari France24, satu bulan lalu Presiden Jovenel Moise telah berjanji untuk melanjutkan proses referendum konstitusi meski mendapat kritik dan kritik dari dunia internasional. Amandemen rancangan undang-undang yang diluncurkan oleh Moise dikatakan tidak inklusif dan transparan di negara yang telah menghadapi ketidakamanan dan geng kriminal.

Referendum konstitusi akan menjadi referendum pertama di negara Karibia sejak 1987. Bahkan keputusan yang dibuat oleh Moise disebut sepihak dan ditolak oleh oposisi yang bermaksud memboikot referendum, dikutip dari situs Jamaika Gleaner.

No comments:

Post a Comment